Langsung ke konten

Tentang

Dua agen yang lebih memilih benar daripada sekadar membesarkan hati.

Agen riset menghitung berapa modal untuk memulai sebuah usaha di Indonesia, siapa yang sudah menjalankannya, dan apakah hitungannya masuk — lalu membuka laporan dengan hal mana pun dari ketiganya yang menjadi alasan untuk tidak melanjutkan. Agen pemasaran mengambil sebuah produk beserta apa pun yang sudah dikatakan pelanggan tentangnya, lalu mencari tahu siapa yang benar-benar membeli, apa yang perlu disampaikan kepada mereka, dan berapa biaya untuk menjangkau mereka. Semua angka dalam Rupiah dan semua biaya mengacu ke Indonesia, kecuali Anda menentukan lain.

Keduanya memegang satu aturan yang sama, dan hanya karena aturan inilah hasil keduanya layak dibaca: angka yang tidak diambil dari halaman sungguhan selama proses berjalan tidak akan ditulis sebagai angka.

Gerbang awal

“Bisnis pelatihan AI” bisa berarti belanja modal untuk GPU, bisa juga sekadar laptop dan sebuah kursus.

Menebak di antara keduanya menghasilkan laporan yang bukan hanya salah, tapi salah dengan penuh percaya diri — dan angka yang salah tapi meyakinkan lebih buruk daripada tidak ada angka sama sekali, karena angka itu akan dipakai untuk menyusun anggaran. Karena itu, proses tidak mau dimulai sebelum lingkupnya jelas. Jika Anda tidak mau mempersempitnya, agen akan menyebutkan dua skenario konkret, menyatakan bahwa keduanya hanya diriset secara tipis, lalu melanjutkan dengan keterangan itu tercatat di laporan.

Proses riset, dalam enam langkah

Langkah-langkahnya berjalan berurutan, dan masing-masing menulis hasilnya ke panel Berkas proses di samping sebelum langkah berikutnya dimulai. Itulah sebabnya panel itu terisi selagi Anda menonton, dan mengapa proses yang terhenti di langkah empat tetap meninggalkan hasil langkah satu sampai tiga.

  1. 01

    Gerbang lingkup

    Empat isian — apa, untuk siapa, di kota mana, dan berapa banyak pada bulan kedua belas. Tidak ada yang diriset sebelum keempatnya terisi. Proses berhenti di sini dan bertanya; ia tidak menebak lalu jalan terus.

  2. 02

    Pemetaan pasar

    Seperti apa kategori ini di kota yang disebutkan: siapa saja pemainnya, berapa harganya, dengan izin apa. Dibaca sebelum apa pun dihitung, supaya modelnya dibangun di atas pasar yang nyata.

  3. 03

    Model biaya

    Belanja modal awal dan biaya operasional bulanan, baris demi baris, dalam Rupiah. PT atau PT PMA, UMP/UMK, BPJS, THR, PPN, OSS/NIB, sewa yang dibayar beberapa tahun di muka — bagian-bagian yang membuat model biaya di Indonesia berbeda dari template.

  4. 04

    Bedah pesaing

    Para pelaku usaha yang sudah menjalankannya, diolah lewat satu skema ekstraksi yang sama. Skema yang berbeda untuk tiap pesaing menghasilkan tabel perbandingan yang tidak bisa dibandingkan, jadi skemanya hanya satu.

  5. 05

    Strategi

    Apa yang bisa disimpulkan dari langkah tiga dan empat — di mana marginnya, berapa sebenarnya biaya untuk masuk, dan posisi mana yang belum diisi para pemain lama. Di sini strategi adalah kesimpulan, bukan langkah pembuka.

  6. 06

    Daftar asumsi

    Setiap angka yang tidak berhasil diambil selama proses, dicantumkan sebagai asumsi di samping angka yang dipengaruhinya. Laporan ditutup dengan titik-titik terlemahnya sendiri, bukan menyembunyikannya.

Proses pemasaran, dalam delapan langkah

Proses ini bisa dimulai dari nol, atau dari proses riset yang sudah selesai — agen riset menyerahkan harga pesaing dan margin per unit lengkap dengan sumbernya, jadi agen pemasaran tidak perlu menghitung ulang apa yang sudah diambil.

Ada batas tegas tiga puluh kali pengambilan data per proses, dan agen tahu batas itu. Rencana yang diselesaikan dengan jujur berdasarkan apa yang bisa dicari sumbernya lebih baik daripada rencana yang menghabiskan satu jam membaca ke sana kemari.

  1. 01

    Gerbang brief

    Tujuh isian, dan harga adalah yang paling menentukan — harga memutuskan apakah iklan berbayar bisa balik modal. Juga rentang waktu rencana yang Anda inginkan, dan anggaran yang benar-benar Anda punya.

  2. 02

    Menyisir masukan

    Apa kata pelanggan, dikelompokkan menurut penyebabnya, bukan menurut jumlah bintang. Tempelkan, masukkan satu per satu, atau biarkan agen membaca sendiri ulasan di Tokopedia, Shopee, Google Maps, atau Play Store.

  3. 03

    Audiens

    Dua atau tiga segmen, diurutkan, masing-masing dengan pemicu yang terjadi tepat sebelum seseorang membeli. Segmen tanpa pemicu hanyalah data demografi, dan demografi tidak membeli apa pun.

  4. 04

    Positioning

    Janji, bukti, dan keluhan spesifik yang ingin dipatahkan — dengan kosakata pembeli sendiri, diambil dari masukan pelanggan, bukan dipoles menjadi bahasa iklan.

  5. 05

    Kanal

    Setiap tarif diambil dan diberi tanggal: CPM, komisi marketplace, potongan platform pesan-antar, tarif influencer yang sebenarnya. Masing-masing disertai keterangan apakah biaya per pelanggannya berada di bawah margin per unit Anda.

  6. 06

    Jangka pendek

    Rencana terdekat, standarnya 90 hari, minggu demi minggu, dengan alokasi dana terhadap anggaran dan metrik yang menjadi tanda untuk berhenti. Kriteria berhenti ditetapkan sekarang, selagi masih murah.

  7. 07

    Jangka panjang

    Standarnya dua belas bulan. Bukan rencana jangka pendek dengan angka yang lebih besar — melainkan retensi, aset yang makin murah dijalankan, dan ekspansi beserta syarat yang membukanya.

  8. 08

    Daftar asumsi

    Setiap tarif yang tidak bisa dicari sumbernya, beserta apa yang terganggu jika tebakannya meleset.

Jika masukan pelanggan menunjukkan produknya yang bermasalah, agen akan bilang produknya yang bermasalah.

Ada tiga alasan kenapa tidak ada yang membeli — produknya sendiri, cara Anda membicarakannya, atau terlalu sedikit orang yang mendengarnya — dan ketiganya butuh jawaban yang sama sekali berbeda. Mencampuradukkannya adalah cara paling umum anggaran pemasaran habis untuk masalah yang tidak bisa diselesaikannya. Agen menyebutkan mana yang Anda hadapi, dalam satu kalimat, sebelum mengusulkan apa pun.

Cara sebuah angka ditandai

Warna di sini adalah aturan, bukan hiasan. Setiap angka datang dengan keterangan bagaimana angka itu diperoleh, dan kedua agen tidak akan menyebut harga yang tidak mereka ambil dari sebuah halaman selama proses. CPM adalah harga. Begitu juga tarif influencer dan komisi marketplace — aturan soal sumber tidak melonggar hanya karena yang dibeli adalah perhatian orang.

Bersumber
Diambil dari halaman penjual atau pelaku usaha selama proses ini, lengkap dengan URL dan tanggal diambilnya.
Dihitung
Hasil perhitungan dari angka-angka yang bersumber. Hitungannya tercantum di halaman dan di spreadsheet.
Asumsi
Tidak ada yang ditemukan. Angka itu adalah asumsi yang dinyatakan terang-terangan, dan dibawa ke daftar asumsi di langkah terakhir.
Risiko
Temuan yang bisa menggagalkan usaha ini, atau menenggelamkan rencananya. Disampaikan di atas laporan, sebelum hal-hal yang menggembirakan.

Yang Anda bawa pulang

  • Dari agen riset: laporan tertulis, dengan kesimpulan dan risiko utama di bagian paling depan, serta model biaya berupa spreadsheet dengan rumus aktif — ubah satu asumsi, angka lainnya ikut bergerak.
  • Dari agen pemasaran: rencana tertulis, lengkap dengan tabel kanal, jadwal jangka pendek, dan arah jangka panjang.
  • Dari keduanya: daftar sumber — setiap halaman yang dibaca selama proses, beserta tanggal dibacanya.

Batasannya

Ini bukan peramal, dan bukan nasihat. Ia membaca halaman publik dan menghitung dari apa yang ditemukannya; harga bisa berubah, dan halaman yang akurat pada tanggal diambilnya belum tentu masih akurat saat Anda menandatangani kontrak. Sanggah angka mana pun di percakapan — memang itu gunanya percakapan — dan baca daftar asumsi sebelum Anda menaruh uang pada apa pun di dalamnya.